Oleh : Tinta Joung
Bagaimana mungkin
Masih ada rakyat kelaparan
Pengangguran di tanah kaya raya
Apakah karena bapak seorang buruh
Haruskah aku menyalahkan bapak ku
Durhaka aku
Berdosa hidup ku sepanjang masa
Rakyat terhianati
Hak di rampas perlahan
Tanah...ini kayaaaaaa...
Teriak anak yang tak bisa mengenyam bangku sekolah
Rumahku menyempit
Sawah ladang ku di bangun pabrik pabrik
Negri ini kaya raya...
Bapakku berteriak menagih janji janji
Bapak, ibu, izini aku melawan mereka
Bapak, ibu, izinkan aku terjun lebih jauh
Meski hak kita tak kembali
Ikhlaskan andai aku tak kembali lagi
Selamat datang di negeri kami
Samudera kaya raya
Tanah subur, petani tak mampu menyekolahkan anaknya
Pertanian melimpah entah kemana hasilnya
Negri ajaib, Negri sulap, aneh, apapun terjadi disini.
Mana hak ku..mana hak ku...
Pemuda Desa menagih kesejahteraan keluarga.
Kaki hitam legam
Kurus menginjak di tengah sawah
Mencari sesuap nasi untuk anak dan istri
Meski tetap saja kebutuhan dapur tak terpenuhi.
Terik mentari menjadi saksi
Kekejaman penguasa Negri
Mentari menjadi saksi
Di tanah ini rakyat jelata terhianati
Aku yang tergusur
Aku yang lapar
Aku yang hak ku di rampas
Doakan anak Mu
Menagih janji kemerdekaan
Di tengah teriknya padang
Aku berjanji tak kan pulang
Genggam tangan
Suara lantang
Berderap maju menantang
Pantang pulang sebelum kemenangan itu datang.

Komentar