Oleh : Ismar Jay putra
Bagai bumi dan langit
Panas yang keringkan peluh
Tak coba bangkit mencari teduh
Kepalan jari menjadi angkuh
Kerut wajah hilangkan semu hidup ini
Terbalik dalam sisi
Sofa empuk dan dinginnya hati
Tak beranjak tawa lepas iringi
Hidip nyaman terus basuhi
Akankah jauh beda
Bila semua ingin bahagia
Diantara tawa kaya ada tangis jelata
Diantara megah kaya ada derita jelata
Kita terlalu semu lalui hidup
Tak mampu bercermin dari sisi kumuh
Hanya pandangi yang kita dapati
Sedikit berbagi hanya dianggap mimpi
Hangatnya selimut tutupi hati
Kaum berbagi bagai langit dan bumi
Adakah jalan yang sanggup mendekati
Hanya berbagi kurangi perbedaan ini

Komentar