Oleh : Tinta Joung
Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia pembinaan adalah usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan secara efesien dan efektif untuk memperoleh hasil yang baik. Intensif adalah secara sungguh-sungguh dan terus menerus dalam mengerjakan sesuatu hingga memperoleh hasil yang optimal.
Hendaknya ini harus di aplikasikan, supaya apa yang menjadi tujuan dan kekuatan menjadi maksimal.
Jika kita melihat ke belakang, kemudian timbul pertanyaan, kenapa para sahabat nabi Muhammad menjadi orang yang Istiqomah dan setia kepada Nabi Muhammad, inilah salah satu rahasia yang harus kita contoh yaitu membina diri kita terlebih yang menjadi murid murid kita jika kita seorang pendidik.
Sebagiamana kita tahu bahwa Rumah Al-Arqam adalah menjadi tempat pembinaan para sahabat ketika itu.
Rasulullah ﷺ mengadakan pertemuan secara sembunyi-sembunyi dengan sahabat-sahabatnya di rumah al-Arqam untuk mengajarkan pada mereka tentang agama Islam.
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
Ketika kita berkaca hari ini, kita sebagai pendidik sudah kah murid murid kita di bina secara intensif ? Sudah kah diri kita di bina secara intensif ?
Wajar ketika apa yang menjadi harapan dan keinginan yang kuat tak pernah terpenuhi karena mungkin pembinaan kepada diri, dan murid murid tidak intensif.
Setelah di Fahami, mari aplikasikan keinginan yang kuat harus di gandengkan dengan pembinaan yang intensif karena pada dasarnya kita adalah seorang pendidik.

Komentar