Bumi Berbentuk Seperti Donat ? Beginilah Penjelasan Penganut Bumi Datar

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Iklan

Bumi Berbentuk Seperti Donat ? Beginilah Penjelasan Penganut Bumi Datar

Tinta Joung
السبت، 10 نوفمبر 2018

– Pada zaman dahulu, banyak orang yang beranggapan, bahkan meyakini, jika bentuk Bumi yang kita tempati berbentuk datar.


Namun muncul banyak pertanyaan dari teori tersebut. Jika Bumi berbentuk datar, mengapa selama sekian abad belum ada manusia yang menemukan ujungnya?

Kemudian menginjak zaman modern seperti sekarang ini, manusia pun akhirnya berhasil pergi ke luar angkasa beserta seperangkat teknologi modern seperti satelit dan teleskop yang canggih.

Mereka mengambil gambar dari angkasa yang memperlihatkan Bumi dengan bentuknya yang bulat.

Meski demikian, bukan tidak mungkin di zaman modern seperti sekarang ini kamu masih akan menemukan orang-orang yang meyakini teori Bumi datar. Di mana mereka masih mempertahankan hipotesis bahwa Bumi itu sesungguhnya berbentuk datar.

Namun kini, ada yang terbaru dari penganut teori Bumi datar. Di mana mereka kini memperkenalkan ide atau konsep terbarunya yang disebut teori “Bumi Donat”.

Teori Bumi Donat ini diajukan di sebuah forum diskusi “Flat Earth Society” oleh anggota perintisnya, yaitu Varaug.

Teori “Bumi Donat”.

Dilansir dari situs Ladbible.com, Varaug mengatakan: “Saya memiliki teori bahwa Bumi sebenarnya berbentuk torus (berbentuk donat). Namun cahaya melengkung, sehingga kita tidak bisa membuktikannya.”

Ketika kita melihat ke seberang, cahayanya berkurang saat ia bergerak. Dan pada saat ia mencapai atmosfer, cahaya berkurang karena direfleksikan. Cahaya kemudian akan mengenai sudut atmosfer yang lain dan seterusnya, sehingga ia akan melengkung setiap waktu.

Itulah sebabnya, lubang donat tidak pernah ditemukan.

Ketika ditanya mengenai proses terjadinya siang dan malam pada lubang donat, Varaug menjawabnya dengan perumpamaan eksperimen.

Varaug meminta kita untuk meletakkan sebuah obor horizontal di atas meja dan menyalakannya. Kemudian letakkan donat di sisi obor dengan lubang donat tegak lurus dengan obor.

Sisi yang diterangi obor ialah siang hari. Lebih dari 24 jam, donat melakukan satu revolusi lengkap.

Ketika donat berputar setengah jalan (Matahari mengelilingi Bumi), berarti ia telah mengalami perputaran 12 jam.

Begitu juga dengan cara kerja gravitasi, Bumi Donat mengadopsi cara yang sama seperti yang berlaku pada Bumi Bulat.

Bagaimana menurut kamu? Cukup masuk akal tidak dasar teori Bumi Donat ini?

*Sinyaliti.com melayani jasa Service iPhone Panggilan untuk Ganti Baterai iPhone, dengan harga yang bersaing dan dengan spare part Original dan bergaransi.