Oleh : Tintajoung
Aku tak ingin melihat keindahan di pelupuk mata ini, keindahan yang hanya aku rasakan sendiri, hingga lupa kelas bawah saudara- saudara ku, karena Mu sajak - sajak kritis terkikis, berubah menjadi irama tak berguna, sudah lah cukup jangan ganggu lantunan sajak kritis ku, dengan fatamorgana keindahan, yang terpandang indah sesaat, tinta ku hampir tumpul menuliskan sajak sosial kegelisahan kelas bawah, ini karena fatamorgana yang kau buat, seolah indah tapi menipu, sudah lah jangan ganggu aku, jangan ganggu lantunan sajak ku, ini karakter sajak ku, aku tak ingin merubahnya, cukup Sudah sampai disini, akan ku tuliskan sajak kritis lebih dari ini.

Komentar