Oleh : Tinta Joung
Tuhan...
Dosa ku layaknya gunung Himalaya.
Menggunung, akan kah bisa terampuni ?
Dosa ku layaknya gunung Himalaya.
Menggunung, akan kah bisa terampuni ?
Tuhan...
Aku bersimpuh di hadapan mu.
Bertekuk lutut meminta ampunan.
Akan kah bisa terampuni ?
Aku bersimpuh di hadapan mu.
Bertekuk lutut meminta ampunan.
Akan kah bisa terampuni ?
Tuhan...
Dosa ini kesekian kalinya ku bangun.
Dan kesekian kalinya aku meminta di runtuhkan.
Akan kah permintaan ku terpenuhi ?
Dosa ini kesekian kalinya ku bangun.
Dan kesekian kalinya aku meminta di runtuhkan.
Akan kah permintaan ku terpenuhi ?
Tuhan...
Rasanya ku tak sanggup menerima balasan siksa atas perbuatan ku.
Pun ku ingin menerima kebahagiaan disisinya mu.
Rasanya ku tak sanggup menerima balasan siksa atas perbuatan ku.
Pun ku ingin menerima kebahagiaan disisinya mu.
Tuhan...
Inilah diri ku.
Inilah dosa ku.
Inilah permintaan taubatku.
Karena ku tau siksa Mu, tak sanggup ku pikul.
Inilah diri ku.
Inilah dosa ku.
Inilah permintaan taubatku.
Karena ku tau siksa Mu, tak sanggup ku pikul.
Tuhan...
Ku tahu..
Sangat tak tahu malu nya aku.
Lancang nya kata kata ku.
Tapi...
Sungguh...aku tak ingin menerima siksa mu.
Ku tahu..
Sangat tak tahu malu nya aku.
Lancang nya kata kata ku.
Tapi...
Sungguh...aku tak ingin menerima siksa mu.
Tuhan...
Dan akupun tahu tak layak menerima hadiah dari Mu.
Tapi...
Harus bagaimana lagi aku mengungkapkan kesalahan ku ini.
Dan akupun tahu tak layak menerima hadiah dari Mu.
Tapi...
Harus bagaimana lagi aku mengungkapkan kesalahan ku ini.
Tuhan...
Hari ini.
Detik ini.
Sekarang ini.
Menundukkan jiwa raga ku.
Sungguh...
Sujud ku, berdiri ku, hidup dan mati ku, hanya untuk Mu pengaturan semesta alam.
Hari ini.
Detik ini.
Sekarang ini.
Menundukkan jiwa raga ku.
Sungguh...
Sujud ku, berdiri ku, hidup dan mati ku, hanya untuk Mu pengaturan semesta alam.

Komentar